Jumat, 10 Desember 2021

Semantische Beschreibung

Semantische Beschreibung

Analisis dari Semantik atau klasifikasi Semantik menghasilkan Substantiv dan Substantivische Pronomina. 

Substantive sind Wörter, die über eine ausgeprägte lexikalische Bedeutung verfügen und unabhängig von Kontextbedingungen stehen können (Tidak perlu konteks karena mempunyai makna sendiri)  (Autosemantika).

=> Kata benda adalah kata-kata yang memiliki makna leksikal yang diucapkan dan dapat digunakan terlepas dari kondisi kontekstualnya


Substantivische Pronomina sind Wörter, die nicht über eine ausgeprägte lexikalische Bedeutung verfügen und nur eine Hilfsfunktion ausüben

=> Kata ganti kata benda adalah kata-kata yang tidak memiliki makna leksikal yang diucapkan dan hanya memiliki fungsi bantu


Unter den Bedingungen der Vorerwähntheit, einer eindeutigen Situation u. ä. treten sie für Substantive ein und ersetzen sie im konkreten Satz. (Bisa menggantikan nomen) 

=> Di bawah kondisi yang disebutkan di atas, situasi yang tidak ambigu, dll., Mereka membela kata benda dan menggantinya dalam kalimat konkret

Kondisi = syarat

Harus menyebutkan kata/nomen dulu sebelumnya 

Zum Beispiel :

- Sie sprechen über den neuen Roman.

-> Sie sprechen über ihn.

den neuen Roman disebutkan dulu sebelum ihn karena ihn menggantikan den neuen Roman


Semantische Beschreibung der Tempora (Deskripsi semantik dari tempus) 

Setiap tempus dan artinya dijelaskan dengan bantuan karakteristik temporal waktu tindakan, waktu berbicara dan waktu menonton (lebih tepatnya: hubungan mereka satu sama lain), karakteristik tambahan dari faktor modal dan postur berbicara dan wajib atau opsional terjadinya waktu leksikal


Syntaktische Beschreibung

Substantivwörter

Syntaktische Beschreibung (Deskripsi sintaksis) 

Bentuk kata kerja tak terbatas (verba infinite) tidak membentuk kelas kata khusus dalam bahasa Jerman, tetapi milik berbagai kelas kata lainnya.

Penetapan bentuk verba tak terbatas (verba infinite) pada kata benda dan partikel serta preposisi dapat cukup dimotivasi oleh uji substitusi. Untuk bentuk kata kerja tak terbatas sebagai kata kerja, kata sifat dan kata keterangan, transformasi diperlukan yang memvariasikan skema substitusi.

Perlunya menerima kategori kata kerja bantu dalam bahasa Jerman muncul dari fakta bahwa kata kerja tertentu biasanya tidak muncul sendiri, tetapi dalam hubungannya dengan kata kerja lain yang terhubung dalam infinitive atau participle, yang berperan sebagai kata kerja utama. 

Kata lain nomen : Substantiv 

Distribusi adalah seluruh kemungkinan yang bisa diduduki oleh suatu unsur

Distribusi nomen = seluruh kemungkinan yang bisa diduduki oleh nomen 

Dalam konteks sintaksis nomen bisa dimana saja 

- Das Essen war gut. das Essen : nomen sebagai subjek

Nomen itu dalam kalimat menduduki fungsi subjek 

- Ich sehe den Freund. den Freund : nomen sebagai objek 

- Sie sprechen von der Reise. v. von der Reise : nomen sebagai Präpotionalgruppe/Präpotionalobjekt 

Subjek : Nomen 

Predikat : Verben

Objek : Nomen

Keterangan(adverbial) : Adverb atau Präpotionalgruppe 

Substantivwörter : Substantiv dan Substantivische Pronomina


Substantiv kann normalerweise ein Artikelwort und ein Adjektiv vor sich und ein weiteres Substantiv (als Attribut im Genitiv oder im Präpositionalkasus) nach sich haben: der neue Mantel des Vaters : der neue Mantel adalah nomen(yang sebelumnya ada Artikel dan Adjektiv), des Vaters adalah atribut(ein weiteres Substantiv dalam bentuk Genitiv) 

- der neue Mantel von dem Vater(bukan dalam bentuk genitiv tapi dativ(Präpositionalkasus) 

Ein Substantiv(nomen) kann ein Artikel und ein Adjektiv vor sich und ein weiteres Substantiv als Attribut

im Genitiv oder im Präpositionalkasus nach sich haben

Di depan nomen ada Artikel, Adjektiv kemudian dibelakangnya ada substantiv yang lain sebagai atribut im Genitiv oder im Präpositionalkasus 


Diese Merkmale fehlen gewöhnlich der Subklasse „Substantivische Pronomina", die zwar in der gleichen Position auftreten kann, aber bei einer Substitution nicht nur das Substantiv, sondern auch das davorstehende Artikelwort (und Adjektiv) ersetzt:

- Sie sprechen über den neuen Roman.

-> Sie sprechen über ihn.

Ciri yang tadi(substantive) tidak dimiliki pada Substantivische Pronomina yg meskipun bisa muncul atau menduduki posisi yang sama yang diduduki oleh nomen bisa juga diduduki oleh Pronomen 

Das Essen war gut -> Es war gut

Es didepannya tidak ada apa apa dan dibelakangnya tidak ada apa apa

- der neue Mantel des Vaters 

- Wie findest du ihn (ihn = der neue Mantel) 

Kalau ada substitusi nomen diganti 

So sind bestimmte Substantive und substantivische Pronomina nicht pluralfähig (viele Stoffnamen; wer, man, etwas) andere nicht singularfähig (bestimmte Kollektiva; einige, mehrere). 

Beberapa nomen tidak ada bentuk pluralnya dan tidak ada bentuk singular 

Contoh :

Wer kocht das Fuhrstück? 

- die Mutter kocht das Fuhrstück 

Wer menggantikan die Mutter

Was kocht die Mutter? 

- die Mutter kocht das Fuhrstück 

Warum kocht due Mutter das Fuhrstück? Keine anwort 


Infinite Verbformen

Infinite Verbformen 

Formensystem 

Di Jerman, perbedaan dibuat antara tiga bentuk infinite Verbformen menurut karakteristik morfologis:

- Infinitiv

- Partizip I

- Partizip II


Infinitiv

1. Bentuk dasar infinitive adalah infinitive I (Präsens) Aktiv.

Bentuk ini dibentuk dengan menambahkan -en ke batang kata kerja (Verbstamm): arbeit-en, schlang-en, komm-en

2. Selain infinitive I Aktiv, ada juga infinitive II  (Perfekt) Aktiv. Bentuk ini dibentuk dengan past Partizip II dari kata kerja + infinitive I dari haben atau sein: gearbeitet haben, geschlagen haben gekommen sein, eingeschlafen sein

3. Untuk infinitive I Aktiv dan infinitive II Aktiv ada bentuk pasif yang sesuai untuk kata kerja dengan kemampuan pasif. Perbedaan harus dibuat antara Vorgangspassiv (proses) dan Zustandspassiv (keadaan). 

a. Vorgangspassiv digabungkan dengan Partizip II dari kata kerja + Infinitiv I atau Infinitiv II  terbentuk dari werden. Dalam kasus infinitive II, karena perkembangan linguistik-historis khusus, Partizip II dari weden tidak menggunakan prefiks atau awalan -ge- : geöffnet werden, geöffnet worden sein 

b. Zustanspassiv dibentuk dengan Partizip II dari kata kerja + infinitive I atau II dari sein: geöffnet sein, geöffnet gewesen sein

4. Infinitiv dalam hubungannya dengan verba finite dalam bentuk kekal. Karakteristik bentuk verbal untuk Person, Modus dll. dibawa oleh verba finite: 

- Ich versprach ihm zu kommen.

 -> Ich versprach ihm, daß ich komme.

- Ich bat ihn zu kommen.

-> Ich bat ihn, daß er kommt.

a. Dengan pengecualian subjek, infinitif mempertahankan semua persyaratan terikat valensi yang diperlukan:

- Ich bat ihn, das Buch in den Schrank zu stellen. (Akkusativobjekt + notwendige Lokalebestimmung) -> objek akusatif + lokalisasi yang diperlukan

b. Infinitif juga dapat diperluas dengan istilah bebas:

- Ich bat ihn, mich morgen im Institut zu besuchen. (freie Temporal und Lokalbestimmung) -> penentuan temporal dan lokal bebas)

Tentang infinitif sehubungan dengan kata benda dan penggunaan infinitif yang terisolasi

5. Dalam hubungan verba finite dengan infinitif, perbedaan harus dibuat antara hubungan yang perlu atau dibutuhkan dan bebas. Hubungan yang diperlukan biasanya dilambangkan dengan partikel zu, hubungan bebas dengan um, bukan tanpa + partikel zu. Ketika datang ke hubungan yang diperlukan antara verba finite dan, beberapa fitur formal yang harus diperhatikan, antara lain:

(1) Sebagai verba finite, sekelompok kecil verba tidak digabungkan dengan infinitif dengan zu, tetapi dengan infinitif tanpa zu. Kata kerja tersebut antara lain:

a. die Modalverben (dürfen, können, mögen, müssen, sollen, wollen)

- Er kann ausgezeichnet schwimmen.

b. die Empfindungsverben hören, sehen, fühlen, spüren (kata kerja indra)

- Sie hörte die Kinder lachen.

c. die Bewegungsverben gehen, kommen,

fahren u. a. (kata kerja bergerak)

- Er geht zweimal wöchentlich schwimmen.

d. die Verben werden, bleiben, lassen

- Sie wird uns morgen besuchen.

- Er blieb plötzlich stehen.

- Der Lehrer läßt die Kinder

e. in spezieller Verwendung die Verben haben, finden, legen, schicken (dalam penggunaan kata kerja khusus)

- Er hat sein Auto vor dem Hause stehen.

- Er hat gut reden.

- Sie fand das Buch auf dem Boden liegen.

- Die Eltern legen sich schlafen.

- Die Mutter schickt die Kinder schlafen.

f. Bei den Verben lernen, lehren und helfen gibt es den Infinitiv mit und ohne zu (kata kerja lernen, lehren, dan helfen ada yang menggunakan Infintiv zu dan tanpa zu)

- Er hat Geige spielen gelernt.

- Er hat gelernt, sich zu beherrschen. 

- Er lehrt sie Klavier spielen.

- Sie hat ihn gelehrt, sich rücksichtsvoll zu benehmen.

- Ich helfe ihm das Gepäck tragen.

- Sie hat ihm geholfen, das zu begreifen.

(2) Berbeda dengan konjungsi yang memperkenalkan kalimat, partikel zu sebelum infinitif atau antara bagian kata kerja pertama dan Stamm dari infinitif :

- Ich hoffe, daß ich dich am Freitag zu der Veranstaltung sehe.

- Ich hoffe, dich am Freitag zu der Veranstaltung zu sehen.

- Ich hoffe, dich am Freitag zu der Veranstaltung wiederzusehen

(3) Sehubungan dengan infinitif, Modalverben (kata kerja modal) (brauchen) dan biasanya juga menggantikan Empfindungsverben (kata kerja sensorik) (lassen) Partizip II melalui infinitive saat membentuk Perfekt, Plusquamperfekt dan infinitive II (Ersatzinfinitiv) 

- Ich hätte nicht antworten können.

- Ich habe ihn nicht kommen sehen (ugs. auch: gesehen)

Tanpa infinitif, kata kerja ini secara teratur membentuk bentuk Perfekt, Plusquamperfekt dan Infinitiv dengan Partizip II:

- Ich hätte das Gedicht nicht gekonnt.

- Er muß mich gesehen haben.

(4) Jika kata kerja dengan "Ersatzinfinitiv (infinitive pengganti)" dalam klausa bawahan yang diperkenalkan berada dalam bentuk majemuk, verba finit tidak muncul di akhir kalimat, tetapi di depan dua infinitif:

- Ich glaube, daß ich nicht so gut hätte antworten können.

- Er ärgert sich, weil er das Buch hat liegen lassen.

(5) Untuk sebagian besar kata kerja dengan infinitif, infinitif dapat digunakan dalam bentuk tense majemuk dan dalam klausa bawahan yang diperkenalkan sebelum atau sesudah. Peragaan ulang lebih umum. Manusia berbicara di sini tentang pembingkaian tata bahasa dari infinitif juga

- Er hat zu kommen versprochen.

- Er hat mir versprochen zu kommen. (Ausrahmung)

- Schreib mir, ob du uns zu besuchen beabsichtigst.

- Schreib mir, ob du beabsichtigst, uns zu besuchen. (Ausrahmung)

(6) Verba finite sering kali berkorelasi dengan Infinitiv. Berkorelasi dapat bergantung pada kata kerja - kata ganti es, kata keterangan pronominal (da(r) + Präposition) atau (selten):

-Ich maße es mir nicht an, über das Buch zu urteilen.

- Er achtet darauf, keinen Fehler zu machen.

- Sie beschuldigt ihn dessen, gelogen zu haben



Tambahan :

Finite = dikonjugasikan, bentuknya selalu berubah sesuai dengan subjeknya(terikat) 

Infinit = yang bisa dipake semua(tidak terikat), terdiri dari Infinitiv, partizip I, partizip II

Jika pake modelverben yang finit modalverbennya, infinitenya Infinitiv 

Infinite(bapaknya) punya anak 3 = Infinitiv, partizip I, partizip II

Infinite temennya finite

Infinitiv temennya partizip I und partizip II

Partizip Präsens = infinitiv + d (Ich brauche kochendes Wasser) 

Partizip II/Partizip perfekt = ge + stamm + t

Perfekt=tempus

Partizip perfekt = infinite verbformen

Infinitive bisa pake zu dan tidak pake zu

Contoh yang tidak pake zu adalah Modelverben dll

Butuh partizip perfekt selain untuk perfekt yaitu passiv

Model : presepsi penutur terhadap tuturannya

Genus : Genera

Jenis kata yang punya genus : nomen

Genus nomennya ada 3 : maskulin(der), feminin(die), dan netral(das) 

Genusverbi : aktif dan pasif 

Vorgangpassiv dan Zustandpassiv 

Vorgangpassiv : Ich bin geimpft worden -> perfekt vorgangpassiv 

Passiv : Werden (Vorgang), sein(zustand), dan bekommen 

Mein Vater hat meiner Mutter einen Ring gegeben. 

Nominatif : Vater 

Akkusativ(yang menderita) jadi korbannya verb karna dikasihkan orang sedangankan Mutter beruntung(Mutter:rezipient) dan Mutter Dativ 

Dativ 

Akkusativ/Dativ : objek penderita 


Funktionsverben (Funktionverbgefüge)

Funktionsverben

Funktionsverben (kata kerja fungsi) dipisahkan dari verba finite sebagai kelompok kata kerja yang dalam penggunaan tertentu dalam kalimat tidak menyatakan predikatnya sendiri.

Funktionsverben (FV) (kata kerja fungsi) dalam Funktionsverbgefüge (FVG) (struktur kata kerja fungsi) memiliki karakteristik:

1. FVG terdiri dari FV dan komponen nominal (nominalen Bestandsteil) (biasanya kata benda dalam Akkusativ atau Präpositionalgruppe), yang bersama-sama mewakili unit semantik dan dengan demikian membentuk predikat. FV tidak dapat muncul tanpa bagian nominal FVG (dan sebaliknya); Ini dipahami sebagai bagian leksikal dari predikat karena sifatnya sebagai bagian dari kalimat. 

2. Satuan semantik ini juga dinyatakan bahwa FVG dalam arti sebagian besar merupakan kata kerja utama (Vollverb) atau kata sifat (Adjektiv) (+ Kopula) sesuai dengan (yang memiliki Stamm yang sama seperti kata benda di FVG):

Das Theater brachte das Stück zur

 -> Das Theater führte das Stück auf.

Wir gabenden Mitarbeitern Nachricht.

 -> Wir benachrichtigten die Mitarbeiter.

Peter kam in Wut.

 -> Peter wurde wütend

3. Di dalam FVG, FV secara dominan menjalankan fungsi gramatikal dan sebagian besar memiliki makna leksikalnya atau tidak ada sama sekali. Arti sebenarnya dari predikat digeser ke istilah nominal di luar FV (terutama dalam kelompok preposisi dan akusatif (Präpositionalgruppe dan Akkusativ)), yang abstrak verbal atau kata sifat dan sesuai dengan kata kerja dasar dalam arti leksikalnya atau kata sifat terkait atau sesuai. 

4. Meskipun leksem verbal yang muncul sebagai FV juga dapat muncul sebagai Vollverben yang identik dalam konteks lain, telah secara signifikan mengurangi makna semantiknya sebagai FV, telah kehilangan makna leksikalnya dan telah menjadi kata-kata tata bahasa (kata Grammatik) (seperti kata kerja bantu):

- Er bringt die Kreide zur Tafel. (Vollverb, Ortsveränderung) -> kata kerja penuh dan ada perubahan tempat

- Er bringt das Stück zur Aufführung. (FV, keine Ortsveränderung) -> Funktionverb tidak ada perubahan tempat

Der Grammatikalisierung der FV entspricht eine Lexikalisierung des gesamten FVG

-> Makna grammatik Funktionverb sesuai dengan makna leksikal seluruh FVG

5. Leksikalisasi FVG ini terkait dengan fakta bahwa makna semantik dari preposisi (Präposition) dalam kelompok preposisi (Präpositionalen Gruppen) sebagai komponen nominal FVG sangat berkurang: Preposisi ini memiliki fungsi seperti kasus, mirip dengan yang ada di objek preposisi (Präpositionalobjekten).

6. Terlepas dari leksikalisasi ini, FVG tidak boleh diidentifikasi dengan "hubungan fraseologis" atau "keseluruhan fraseologis", yang juga mewakili unit semantik dalam hal maknanya tidak dapat atau tidak sepenuhnya dipecahkan menjadi makna parsial dari komponen individu dan itu sendiri biasanya diparafrasekan oleh leksem lain (sebagai kata). Namun, sementara makna unit fraseologis hanya dapat dipahami secara keseluruhan (tidak didistribusikan di antara bagian-bagian individu), FV dalam FVG mempertahankan makna tertentu - meskipun sangat umum yang mengarah pada pembentukan rangkaian:

in Frage / zum Ausdruck / zum Ausbruch / zur Ruhe / zum Abschluß /

zur Anwendung kommen

Abstand / Einblick / Einfluß /Rücksicht / in Besitz / in Empfang / zu

Hilfe nehmen

7. Meskipun FV dalam FVG kehilangan makna leksikal aslinya, ia bukan hanya pembawa fungsi morfosintaktik, tetapi juga pembawa fungsi semantik yang sangat umum; itu mengungkapkan keadaan ( einen Zustand [dur]), perubahan keadaan (eine Zustandsveränderung [incho]) atau efek dari perubahan keadaan (das Bewirken einer Zustandsveränderung(bzw. eines Zustands) [caus])- terkadang dengan komponen nominal yang sama di FVG:

- sich Abhängigkeit befinden [dur] 

- in Abhängigkeit kommen/geraten [incho]

- In Abhängigkeit bringen [caus]



Tambahan :

Di dalam Funktionsverbgefüge ada : 

1.Funktionverb 

2. nominalen Bestandteil (nomen) 


Präpositionalobjek, Präpositionalkasus, Präpositionalgruppe, Präpositionalphrase 


Preposisi selalu dengan nomen 

Prapotionalgruppe sebagai keterangan : 

Ich bin in meinem Zimmer

Ich bin hier

Gestern : Am Dienstag : Am Vergangenen Tag : Am letzten Tag

Morgen : Am Donnerstag : Am kommenden Tag

Keterangan bisa direalisasikan dengan Präpositionalgruppe 

Präpositionalgruppe di dalam kalimat bisa menjadi keterangan, selain itu menjadi objek/Präpositionalobjek 

Prapotionalgruppe yang sebagai objek contohnya : Ich warte auf meinem Vater/Ich warte auf meinen Freund

Subjek kasusnya nominatif 

Funtionverb nanti kehilangan fungsi leksikalnya contoh : Entscheidung treffen(mengambil keputusan) 

Funktionsverbgefuge : Funktionverb dan unsur nominal(nominalen Bestandteil) 

Unsur nominal biasanya substantiv im akkusativ oder prapotionalgruppe(dalam kasus Akkusativ atau prapotionalgruppe) 


Das Theater brachte das Stück zur Aufführung

 - Das Theater führte das Stück auf 

zur Aufführung bringen = Aufführen 


Sein, werden, bleiben = KOPULA 

Peter kam in Wut. = kopula

- Peter wurde wütend


Funktionverbgefuge : Verbnya hanya menjalankan fungsi Grammatik dan sudah kehilangan makna leksikalnya 


Funktionverbgefuge : 

Was verstehen sie unter Funktionverbgefuge :

Funktionverbgefuge besteht aus einem Funktionverb und einen nominalen Bestandteil nominalen Bestandteil In der Form eines Substantive im Akkusativ oder Prapotionalgruppe. 

Die beide bilden eine semantische Einheit und als Prädikat funktioniert. 

Funktionverb hat nur grammatische Funktion und verliert die semantische/lesikalische Bedeutung 

- Kalo bukan vollverb(masih memiliki makna leksikal) berarti hilfverb(tidak mempuanyai makna leksikal tetapi punya fungsi Grammatik) Hilfsverb : sudah kehilangan makna leksikalnya 


- tidak nomen asli hanya morfologi karena derivasi(pengubahan jenis kata melalui afiksasi) 

Derivasi : Ableitung 

Afiksasi : imbuhan 

Kata bendanya hasil perubahan derivasi


Kamis, 09 Desember 2021

Klassifizierung der Verben nach semantischen Kriterien

Klassifizierung der Verben nach semantischen Kriterien

Kata kerja diklasifikasikan dari sudut pandang semantik menurut struktur makna kata kerja itu sendiri, menurut jenis tindakannya dan menurut tingkat tata bahasa atau desemantisasinya (menurut kemungkinan atau ketidakmungkinan pembentukan predikat saja).

Semantische Subklassen der Verben (Subkelas semantik dari kata kerja) 

-> Menurut struktur makna, kata kerja secara kasar diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Tätigkeitverben (Verba Aksi) => Kata kerja aktivitas (atau predikat tindakan yang menjadi dasarnya menyatakan bahwa subjek aktif (pelaku atau agen) aktif melakukan sesuatu, melakukan suatu tindakan: arbeiten, aufschreien, sich bemächtigen, bewegen, essen, helfen, gehen, kämpfen, lesen, öffnen, singen, spielen, springen, töten, turnen, wandern, zerbrechen

2. Vorgangsverben (Verba proses) =>  kata kerja proses, sebuah proses atau perubahan yang dialami subjek atau kondisinya berubah : erfrieren, erkranken, ermüden, erwachen, einschlafen, fallen, hinfallen, sterben, verfaulen, verblühen, verhungern

2. Zustandsverben (Verba keadaan) => mengungkapkan keadaan, keberadaan, desakan, menyatakan bahwa subjek tidak berubah: sich befinden, liegen, sein, stehen, umgeben, wohnen


Klassifizierung der Verben nach syntaktischen Kriterien

Klassifizierung der Verben nach syntaktischen Kriterien (Klasifikasi kata kerja menurut kriteria sintaksis) 

Kata kerja diklasifikasikan dari sudut pandang sintaksis menurut hubungan dalam predikat (Verhältnis im Prädikat), menurut hubungan dengan subjek (Verhältnis zum Subjekt), menurut hubungan dengan objek (Verhältnis zum Objekt), menurut hubungan dengan subjek dan objek (Verhältnis zu Subjekt und Objekten), dan menurut hubungan dengan semua aktan (Verhältnis zu allen Aktanten).

Jadi dapat disimpulkan klasifikasi kata kerja menurut sintaksis, sebagai berikut :

1. Verhältnis im Prädikat (Verb sebagai predikat) 

2. Verhältnis zum Subjekt (Bagaimana verb dilihat dari sisi subyek) 

3. Verhältnis zum Objekt (Bagaimana verb dilihat dari sisi obyek) 

4. Verhältnis zu Subjekt und Objekten (Bagaimana verb diliat dari sisi subyek dan obyek) 

5. Verhältnis zu allen Aktanten (Bagaimana verb diliat dari semua Aktant) 

Aktant : Ergänzung : Konstituen: Argument : Satzglied(bagian kalimat atau unsur-unsur yang membentuk kalimat). Contoh : Mein neuer Freund fährt in die Schule mit seinem neuen Fahrrad => memiliki 4 satzglied(bagian) 


1.) Verhältnis im Predikat

Verb dibedakan menjadi Vollverben (kata kerja penuh) dan Hilfsverben (kata kerja bantu). Jika kata kerja sebagai Vollverb maka kata kerja tersebut menjadi predikat sendirian dari kalimat itu, sedangkan jika kata kerja tersevut sebagai Hilfsverb maka dia tidak sendirian, namun bergabung dengan unsur lain seperti predikat, membantu predikat menjadi suatu kalimat.

1. Hilfsverben yang membantu untuk pembentukan tempus itu akan hadir bersama-sama dengan Infinitiv dan Partizip II : haben, sein, werden

2. Hilfsverben (kata kerja bantu) yang mengungkapkan Modalität/Modalverben (kemampuan, kebutuhan, kemungkinan, keinginan, niat, kepastian, dugaan, dll.) dan muncul tanpa bersama dengan Infinitiv : dürfen, können, mögen, müssen, sollen, wollen

3. Kata kerja yang sangat dekat dengan kata kerja bantu dan yang hanya muncul bersama-sama dengan Infinitiv (mit oder ohne zu) (yang pada gilirannya dipahami sebagai bagian leksikal dari predikat) dan serupa artinya dengan kata kerja bantu modal : bleiben, brauchen, scheinen, kommen, pflegen, wissen

4. Kata kerja yang sangat dekat dengan kata kerja bantu dalam kata kerja tertentu hanya dapat digunakan bersama dengan Partizip II dan parafrase dari kalimat pasif : bekommen, erhalten, kriegen

5. Kata kerja fungsional (Funktionsverben), yang juga terkait dengan kata kerja bantu dan hanya bersama-sama dengan komponen nominal (kata benda atau preposisi + kata benda yang digunakan sebagai bagian predikat leksikal harus dipahami) : bekommen, bringen, erfahren, erheben, finden, geben, gelangen, geraten, kommen, sein, stellen

6. Kata kerja fase (Phasenverben), yang juga dekat dengan kata kerja bantu dan penggunaan ini hanya dapat digunakan bersama dengan Infinitiv (yang berperilaku seperti bagian predikat): anfangen, beginnen, aufhören 

7. Kata kerja kopula (Kopulaverben) yang juga dekat dengan kata kerja bantu dan muncul bersama dengan kata benda (substantiv) dalam nominatif atau kata sifat (Adjektiv)(Adverb atau kata keterangan lebih jarang) : sein, werden, bleiben

8. Beberapa kata kerja yang memiliki arti yang mirip dengan kata kerja kopula, tetapi muncul dengan akusatif dari kata benda (sebagai bagian predikat leksikal): bilden, bedeuten, darstellen


2.) Verhältnis zum Subjekt

1. Sebagian kata kerja(verb) bisa dihubungkan dengan subjek ketiga orang, bisa dipake dengan siapapun(persönlichen Verben)

Contoh :

- ich schwimme, vergesse, esse, laufe, arbeite

- du schwimmst, vergißt, ißt, läufst, arbeitest

- er schwimmt, vergißt, ißt, läuft, arbeitet

- wir schwimmen, vergessen, laufen, arbeiten

- Ihr schwimmt, vergeßt, eßt, lauft, arbeitet

- Sie schwimmen, vergessen, essen, laufen, arbeiten

2. Beberapa kata kerja hanya dapat dihubungkan ke subjek orang ketiga. Contoh : Die Arbeit mißlang ihm.

3. Kata kerja lain biasanya diasosiasikan dengan impersonal es (orang ke-3) sebagai subjek; kata kerja ini disebut kata kerja impersonal. Kata kerja yang tidak menempel pada orang. Beberapa verb hanya bisa dihubungkan dengan es, hanya dengan orang ketiga itupun bukan orang(unpersönliche) untuk es. Contoh : Es regnet, es schneit. 

4. Kata kerja yang hanya berhubungan dengan subjek jamak. Ketika sunjak tunggal menggunakan Präpositional objekt(mit). Subyeknya selalu plural kalo singular obyeknya memakai mit

Contoh : 

(a) Wir vereinbaren die nächste Besprechung.

(b) Ich vereinbare mit ihm die nächste Besprechung. 

Vereinbaren : menyepakati (plural jadi lebih satu orang) 

Verabreden : janjian(jadi tidak bisa satu orang) 


3.) Verhältnis zum Objekt 

Menurut hubungannya dengan objek, kata kerja dibedakan menjadi kata kerja transitif dan kata kerja intransitif. Untuk melihat ketransitifan kata kerja jika kata kerja memiliki atau meminta objek. 

1. Baru dikatakan objek jika dipassivkan objek itu bisa diubah menjadi subjek(Transitif) 

2. Kata kerja (verb) meminta Akkusativ tetapi dipassivkan tidak bisa(Intransitif) 

3. Selain subjek tidak lagi Ergänzung. Ada kata kerja yang hanya membutuhkan subjek tisak butuh yang lain atau tidak membutuhkan unsur lain selain subjek(intransitif yang absolut). Masih ada unsur lain selain subjek(intransitifnya relatif) 

Internsitif : absolut dan relatif


Obyek : 

1. Jika dipasifkan menjadi subyek

2. Dijadikan perfekt dengan sein atau haben

Haben(transitif) 

Verben meminta Akkusativ tetapi tidak mampu menjadi subjek 


Rektion der Verben ist die Fähigkeit des Verbs um ein bestimmten Kasus zu fördern 

Rektion : Kemampuan untuk meminta/menuntut kasus 

Rektion der Verben : Kemampuan kata benda

Contoh: 

Haben minta akkusativ

Helfen minta dativ 

Valenz : Semantik(harus ada logisnya) : haben meminta objek(nomen) ex : haben sama Tisch nempel, haben sama Auto nempel

Rektion : Grammatik : haben menuntut akkusativ

Haben memerlukan 1 Argument (Objek) 

Subjek tidak perlu disebut karena selbstverständlich(berdiri sendiri) setiap kalimat sudah dari sananya ada subjek. 

Der Mann gibt seiner Frau einen Ring (gibt memerlukan 2 argument jika subjek tidak dihitung) 

Yang minta kasus selain Verb : Praposition

Kasus letaknya/realisasinya di Artikel 

Verb yg minta nominatif, nominatifnya jadi predikatif 

Der Student wird ein Arzt 

Er ist nett 

Er ist glücklich 

Er ist unser Lehrer 

Yang digaris bawahi adalah predikatif

Ada 14 jenis verb dilihat dari argumentnya sekaligus dari rektionnya

Verb diliat dari ketransitifannya dan juga valensinya sekaligus dia minta apa argumen apa. 

5.) Verhältnis zu Subjekt und Objekt

Menurut hubungannya dengan Subjek dan Objek dibedakan kelompok khusus, yaitu reflexiv Verben dan reziprok Verben. Terlepas dari hubungan dan makna yang berbeda, kedua kelompok kata kerja memiliki kesamaan bahwa selain Verb Finite pada orang ke-3 kata ganti refleksif sich, di

Orang ke-1 dan ke-2 kata ganti orang yang sesuai dalam kasus Akkusativ

 atau Dativ (mich — mir, dich — dir, uns, euch).

Contoh :

Ich wasche mich. — Ich schade mir.

Du wäschst dich. — Du schadest dir.

Er wäscht / schadet sich.

Wir waschen / schaden uns.

Ihr wascht / schadet euch.

Sie waschen / schaden sich.


6.) Verhältnis zu allen Aktanten

Menurut hubungan dengan semua aktan (subjek, objek, penentuan adverbial yang diperlukan) dalam kalimat - sesuai dengan valensi kata kerja - kata kerja diperlukan dalam hal jumlah dan jenis dan diklasifikasikan kemungkinan aktan. 

Menurut jumlah aktan wajib (obligatorischen Aktanten) dan opsional (fakuktativen Aktanten), perbedaan dibuat antara kelompok kata kerja berikut: 

(1) Verben ohne Aktanten (tanpa aktan)

(2) Verben mit keinem und 1 fak. Aktanten (dengan dan tanpa fakultativen aktanten)

(3) Verben mit 1 obl. Aktanten (dengan obligatorischen Aktanten)

(4) Verben mit 1 obl. und 1 fak. Aktanten

(5) Verben mit 1 obl. und 2 fak. Aktanten

(6) Verben mit 1 obl. und 3 fak. Aktanten

(7) Verben mit 2 obl. Aktanten

(8) Verben mit 2 obl. und 1 fak. Aktanten (dengan obligatorischen Aktanten dan fakultativen Aktanten)

(9) Verben mit 2 obl. und 2 fak. Aktanten

(10) Verben mit 3 obl. Aktanten

Obl : Obligatorisch -> Wajib atau harus ada

Fak : Fakultativ -> Optional atau bisa ada bisa tidak

2. Kata kerja juga dibedaka menurut jenis wajib dan fakultatif aktan (obligatorischen und fakultativen Aktanten) yang digunakan dalam masing-masing kata kerja yang diperlukan atau disetujui. Aktan dapat dari jenis berikut:: Substantiv im Nominativ, Substantiv im Akkusativ, Substantiv im Dativ, Substantiv im Genitiv, Präposition + Substantiv, Adjektiv bzw. Adjektivadverb, Präposition + Adjektiv bzw. Adjektivadverb, Nebensatz, Infinitiv mit zu, Infinitiv ohne zu, Partizip.


Klassifizierung der Verben nach morphologischen Kriterien

Klassifizierung der Verben nach morphologischen Kriterien (Klasifikasi kata kerja menurut kriteria morfologis) 


Kata kerja diklasifikasikan menurut aspek morfologis dan jenis konjugasinya. Berdasarkan konjugasinya verba dibedakan menjadi dua, yaitu verba finite dan verba infinite. Verba finite adalah kata kerja yang sudah dikonjugasikan, sedangkan verba  infinite adalah kata kerja yang belum dikonjugasikan. Perbedaan verba finite dan verba infinite adalah personengebunden dan konjugasinya. 


1. Verba Finite 
Bentuk kata kerja finite memiliki 5 kategori, antara lain:
(1) die drei Personen: 1 ersten, 2 zweiten, 3 dritten Person (orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga)
(2) die zwei Numeri: Singular und Plural (tunggal dan jamak)
(3) die sechs Tempora: Präsens, Präteritum, Perfekt, Plusquamperfekt, Futur I, Futur II 
(4) die drei Genera: Aktiv, Vorgangspassiv, Zustandspassiv
(5) die drei Modi: Indikativ, Konjunktiv, Imperativ 
2. Verba infinite
Verba infinite tidak mempunyai persongebunden dan konjugasi. Terdapat dua bentuk kata kerja infinite, yaitu infinitive dan partizipien.

Regelmäßige und unregelmäßige Verben 
Menurut jenis fleksinya, verben dibedakan menjadi 2, yaitu regelmäßige und unregelmäßige Verben. Regelmäßige Verben adalah kata kerja beraturan, sedangkan unregelmäßige Verben adalah kata kerja tidak beraturan. 
Perbedaan antara kata kerja beraturan dan kata kerja tidak beraturan
1. Perbedaan utama antara kata kerja beraturan dan tidak beraturan, sebagai berikut:
(1) Kata kerja beraturan membentuk bentuk lampau dengan bantuan sufiks -te-, kata kerja tidak beraturan tanpa akhiran tambahan.
(2) Kata kerja beraturan membentuk participle-nya dengan akhiran -t- ​​atau -et, kata kerja tidak beraturan menggunakan akhiran -en.
(3) Kata kerja beraturan tidak mengubah Stammvokal di Präteritum und Partizip II, kata kerja tidak beraturan mengubah Stammvokal dengan cara yang sah dalam tiga bentuk Stammvokal Infinitiv — Präteritum — Partizip II (Ablaut).