Minggu, 12 Desember 2021

Modelle der sprachlichen Kommunikation

Modelle der sprachlichen Kommunikation

Wie soll nun das Funktionieren von Sprache, deren Zeichencharakter wir in verschiedenen Modellen anylsiert gesehen haben, in ihrer kommunikativen Funktion vorgestellt werden? Verschiedene Kommunikationsmodelle schlagen Antworten auf diese Frage vor; vier davon wollen wir im folgenden skizzieren: das von de Saussure, das informationstheoretische von Shannon und Moles, das behavioristische von Bloomfield und das Bühlersche Organon-Modell als Kommunikationsmodell.

=> Bagaimana seharusnya fungsi bahasa, yang karakternya telah kita lihat dianalisis dalam berbagai model, disajikan dalam fungsi komunikatifnya? Model komunikasi yang berbeda menyarankan jawaban atas pertanyaan ini; Kami akan menguraikan empat di antaranya sebagai berikut: model de Saussure, teori informasi dari Shannon dan Moles, model behavioris dari Bloomfield, dan model Bühler Organon sebagai model komunikasi.


1.) Das Kommunikationsmodell von de Saussure

De Saussures Kommunikationsmodell ergibt sich folgerichtig aus seinem Zeichenmodell: De Saussure zerlegt den Kommunikationsvorgang in mehrere Schritte, die - seinem Zeichenmodell entsprechend jeweils nach dem Kriterium psychisch/nicht psychisch klassifiziert werden.

=> Model komunikasi De Saussure muncul secara logis dari model simbolnya: De Saussure memecah proses komunikasi menjadi beberapa langkah, yang - menurut model simbolnya, diklasifikasikan menurut kriteria psikologis / non-psikologis.


1. Schrit: rein psychisch: Zwei Personen A und B wollen miteinander in Kommunikation treten. A hat eine Vorstellung (eine Mitteilungs- oder Äufßerungsabsicht oder ähnliches: concept), mit der automatisch aus seinem Sprachzentrum im Gehirn das zugehörige Lautbild (image acoustique) abgerufen (evoziert) wird.
2. Schritt: psycho-physisch: Dieses Lautbild geht an die Artikulationsorgane als Befehl zu entsprechenden Artikulationsbewegungen.
3. Schritt: rein physisch: A artikuliert und sendet dadurch Schallwellen aus, die an B's Ohr ankommen.
4. Schritt: psycho-physisch: Die Schallwellen werden von B's Gehörorgan seinem Gehirn »mitgeteilt<.
5. Schritt: rein psychisch: Das Sprachzentrum in B's Gehirn registriert das zugrundeliegende Lautbild und evoziert automatisch die damit gekoppelte Inhaltsvorstellung. Nun kann B zum Sender, A zum Empfänger werden. 
Sprechen und Hören vollziehen sich genau spiegelbildlich zueinander; der gesamte Kommunikationsvorgang ist sozusagen an der Symmetrieachse 3. Schritte gespiegelt.

=> Langkah 1: murni psikologis: dua orang A dan B ingin berkomunikasi satu sama lain. A memiliki ide (niat untuk berkomunikasi atau mengucapkan atau sejenisnya: konsep), yang dengannya gambar suara yang terkait (akustik gambar) secara otomatis diambil (dibangkitkan) dari pusat bicaranya di otak.
Langkah 2: psiko-fisik: gambar suara ini dikirim ke organ artikulasi sebagai perintah untuk gerakan artikulasi yang sesuai.
Langkah 3: murni fisik: A mengartikulasikan dan mengirimkan gelombang suara yang sampai di telinga B.
Langkah ke-4: psiko-fisik: gelombang suara "dikomunikasikan" ke otaknya oleh organ pendengaran B.
Langkah ke-5: murni psikologis: pusat bahasa di otak B mencatat gambar suara yang mendasarinya dan secara otomatis membangkitkan konsepsi konten yang terkait. Sekarang B bisa menjadi pengirim, A penerima.
Berbicara dan mendengarkan adalah bayangan cermin satu sama lain; seluruh proses komunikasi dicerminkan, sehingga untuk berbicara, pada sumbu simetri langkah ketiga.

Tambahan kesimpulan : 

1. Es gibt zwei Personen A und B, sie wollen in Kommunikation tretten. A hat eine Vorstellung mit der automatisch aus seinem Sprachzentrum im Gehirn das zugehörige Lautbild abgerufen wird. (psychisch) 
- Was ist das zugehörige lautbild? Das ist ein Möbelstück zum sitzen, das Möbelstück hat Beine und Leine 
- Lautbild : Stuhl 
=> 1. Ada dua orang A dan B, mereka ingin masuk ke komunikasi. A memiliki gagasan yang dengannya gambar suara yang sesuai dipanggil secara otomatis dari pusat bicaranya di otak. (fisik)
- Apa gambar suara yang sesuai? Ini adalah perabot untuk diduduki, perabot itu memiliki kaki dan sandaran. 
- Gambar suara: kursi

2. Das Lautbild geht an die Artikulationsorgan als Befehl zu entsprechenden Artikulationsbewegungen. (psycho-physisch) 
- Lautbild pergi ke organ artikulasi(mulut) sebagai perintah untuk membuat gerakan yang sesuai Aritukalitonsorgane : di mulut 
- Memerintahkan untuk membuat gerakan di mulut yang sesuai Artikulationsbewegungen(gerakan dimulut) 
=> 2. Gambar suara dikirim ke organ artikulasi sebagai perintah untuk gerakan artikulasi yang sesuai. (psiko-fisik)
- Gambar fonetik pergi ke artikulasi organ (mulut) sebagai perintah untuk membuat gerakan yang sesuai Aritukalitonsorgane: mulut
- Memerintahkan untuk membuat gerakan di mulut yang sesuai dengan gerakan artikulasi (gerakan dimulut)

3. A artikuliert und sendet dadurch Schallwellen aus, die an B's Ohr ankommen. (physisch) 
=> 3. A mengartikulasikan dan mengirimkan gelombang suara yang sampai di telinga B. (secara fisik)

4. Die Schallwellen werden von B's Gehörorgan seinem Gehirn mitgeteilt. (psycho-physisch)
=> 4. Gelombang suara dikomunikasikan ke otaknya oleh organ pendengaran B. (psiko-fisik)
5. Das Sprachzentrum in B's Gehirn registriert das zugrundeliegende Lautbild und evoziert automatisch die damit gekoppelte Inhaltsvorstellung.(psychisch)
=> 5. Pusat bahasa di otak B mencatat gambar suara yang mendasarinya dan secara otomatis membangkitkan konsepsi konten yang terkait.(Psikologis)

2.) Das informationstheoretische Kommunikationsmodell von Shannon und Moles
Shannon, ein amerikanischer Fernmeldeingenieur, stellte in seinem Kommunikationsmodell (1949) zunächst klar, was sich am Telefon zwischen den beiden Sprechern abspielt:
=> Shannon, seorang insinyur telekomunikasi Amerika, pertama kali menjelaskan dalam model komunikasinya (1949) apa yang terjadi di telepon antara dua pembicara:


Moles (1963) hat das Shannonsche Modell um die notwendige
Komponente Repertoire (den Code) erweitert und damit zur Übertragung auf sprachliche Kommunikation geeigneter gemacht:
=> Moles (1963) memperluas model Shannon untuk memasukkan repertoar komponen yang diperlukan (kode) dan dengan demikian membuatnya lebih cocok untuk mentransfernya ke komunikasi linguistik:


Shannon : Ada input, Sender, Kanal, Lärm, Empfänger, dan Output 

Moles : 
Der Sender hat eine Kommunikationabsicht/eine Kommunikationsintention/eine Nachricht, die er dem Empfänger mitteilen will. Er schöpft aus seinem Zeichenrepertoire die zur Übermittlung seiner Nachricht die notwendigen Zeichen((z. B. um den Inhalt >Möbelstück zum Sitzen, mit Lehne) fur eine Person< zu übermitteln, nimmt er aus dem Repertoire die Lautkette ∫-t-u:-l). Er codiert seine Nachricht. Er sendet die codierte Nachricht über den Kanal an dem Empfänger. Der Empfanger decodiert. Kommunikation ist überhaupt nur moglich, wenn Sender und Empfänger über einen gleichen Code verfügen.

=> Pengirim memiliki maksud komunikasi / maksud komunikasi / pesan yang ingin disampaikannya kepada penerima. Dari repertoar karakternya dia menggambar karakter yang diperlukan untuk menyampaikan pesannya (misalnya untuk menyampaikan konten> perabot untuk duduk, dengan sandaran) untuk seseorang <, dia mengambil rantai bunyi /∫-tu: -l/ dari repertoar). Dia mengkodekan pesannya. Ini mengirimkan pesan yang disandikan melalui saluran ke penerima. Penerima menerjemahkan. Komunikasi hanya mungkin jika pengirim dan penerima memiliki kode yang sama.

- Was schöpft er? Die notwendigen Zeichen aus seinem Zeichenrepertoire. 
-> Er schöpft die notwendigen Zeichen aus seinem Zeichenrepertoire. 
- Kumpulan-kumpulan Zeichen berada di Repertoire(wadahnya) 
- Untuk mengatakan sesuatu, orang butuh tanda(Zeichen) di Zeichenrepertoire. Zeichenrepertoire letaknya di Otak(Sprachzentrum) 
- Komunikasi hanya bisa terjadi apalagi Sender dan Empfänger mempunyai Code(bahasa) yang sama. 
-> Misal saya tidak mengerti ketika orang berbicara dengan bahasa cina karena tidak mempunyai Zeichenrepertoire yang sama. 

3.) Das behavioristische Kommunikationsmodell von Bloomfield
Semua perilaku manusia termasuk psikis maupun kebahasaan harus bisa dijelaskan melalui fakta-fakta objektif yang bisa diamati dan bisa diuji. Orang bereaksi atau merespon karena stimulus. Ada stimulus ada respon. 
Konsequenterweise kann auch ein Kommunikationsvorgang von den behavioristischen Linguisten lediglich mit den Kategorien Stimulus und Response erklärt werden, wie Bloomfield an folgender kommunikativer Modellsituation veranschaulicht:
=> Akibatnya, proses komunikasi juga dapat dijelaskan oleh ahli bahasa perilaku menggunakan kategori stimulus dan respon, seperti yang digambarkan Bloomfield menggunakan situasi model komunikatif berikut:
Jack und Jill gehen spazieren. Jill sieht oben auf einem Baum einen Apfel und hätte ihn gern. Nun bestehen fur sie zwei Moglichkeiten, auf den Stimulus Apfel zu reagieren: entweder, indeln sie ihn sich holt oder indem sie Jack bittet, ihn ihr zu holen.
=> Jack dan Jill berjalan-jalan. Jill melihat ke atas ada apel, lalu Jill punya stimulus liat apel dan ingin apel itu tetapi responnya tidak memanjat pohon tetapi dengan meminta Jack, dan bagi Jack permintaan Jill dianggap sebagai stimulus kemudian respon Jack, ia memanjat pohon untuk mengambil apel untuk Jill 

4.) Das Kommunikationsmodell (Organon-Modell) von Buhler 
Bühlers Organon-Modell in seiner ausführlichen Fassung haben wir schon kennengelernt, da es zugleich ein Zeichenmodell ist. Bühler hat das Organon-Modell aber auch in einer knapperen Fassung, sozusagen in weniger starker Vergrößerung, vorgestellt, wo es dann nur den Kommunikationsvorgang abbildet und das dabei verwendete Sprachzeichen nicht näher analysiert:
=> Kita telah mengetahui model Organon Bühler dalam versi rincinya, karena ini juga merupakan model gambar. Bühler juga telah menyajikan model Organon dalam versi yang lebih ringkas, sehingga dapat dikatakan dalam versi yang tidak terlalu diperbesar, di mana ia kemudian hanya menggambarkan proses komunikasi dan tidak menganalisis tanda bahasa yang digunakan secara lebih rinci:


3 Funktionieren von Sprache; Sprache und Kommunikation

Sprache und Kommunikation

Als wichtigste Funktion von Sprache gilt die kommunikative. -> Fungsi terpenting dari bahasa adalah komunikasi (fungsi komunikasi) 

Die für jede Kommunikation, sprachliche und nichtsprachliche, not wendigen Elemente haben: Sender (S), Empfänger (E), Nachricht, die S an E sendet; Gegenstand, auf den diese Nachricht sich bezieht; Code, über den S und E als gemeinsame Sprache (oder ein anderes, etwa visuelles, Zeichenrepertoire) verfügen; Kanal, auf dem die Nachricht transportiert wird (bei sprachlicher Kommunikation: in Schallwellen versetzte Luft). Kommunikation bedeutet nicht notwendig die simultane Anwesenheit von Sprecher und Hörer; Kommunikation liegt beispielsweise auch vor, wenn ein Leser das Werk eines längst verstorbenen Autors liest.

=> Unsur-unsur yang diperlukan untuk setiap komunikasi, linguistik dan non-linguistik, antara lain: pengirim (S), penerima (E), pesan yang dikirim S ke E; Subjek yang terkait dengan pesan ini; Kode yang dimiliki S dan E sebagai bahasa yang sama (atau yang lain, misalnya visual, repertoar karakter); Saluran di mana pesan diangkut (untuk komunikasi verbal: udara bercampur dengan gelombang suara). Komunikasi tidak selalu berarti hadirnya pembicara dan pendengar secara bersamaan; Ada juga komunikasi, misalnya, ketika seorang pembaca membaca karya pengarang yang sudah lama meninggal.

Modelle des sprachlichen Zeichens

 Modelle des sprachlichen Zeichens (Vorbemerkungen zum Modellbegriff)

-> Model tanda linguistik (pernyataan pendahuluan tentang konsep model)


Modellierung (= Erstellen eines Modells) ist in allen den Wissensbereichen notwendig, deren Gegenstand nicht durch unmittelbare Beobachtung erfaßt werden kann. Zur Modellierung eignen sich nur Phanomene, »deren relevante Eigenschaften sich in ihren strukturellen (funktionellen) Merkmalen erschopfen und in keiner Weise mit ihrer physischen Naturverbunden sind«

=> Pemodelan (= membuat model) diperlukan di semua bidang pengetahuan, yang materi pelajarannya tidak dapat dipahami dengan pengamatan langsung. Hanya fenomena yang cocok untuk pemodelan, "yang properti relevannya habis dalam fitur struktural (fungsional) dan sama sekali tidak terkait dengan sifat fisiknya"


1. Das Zeichenmodell von de Saussure

Ein Zeichen besteht aus Ausdruck und Inhalt. Die Ausdrucksseite hat beim sprachlichen Zeichen die Form einer Lautkette. Inhalt und Ausdruck sind durch Assoziation so unlösbar miteinander verbunden wie Vorder- und Rückseite eines Blattes Papier.

=> Sebuah tanda terdiri dari ekspresi dan isi. Dalam kasus tanda linguistik, sisi ekspresi memiliki bentuk rantai bunyi (Lautkette). Isi dan ekspresi terkait erat oleh asosiasi seperti bagian depan dan belakang selembar kertas.

Das bedeutet, am Beispiel des sprachlichen Zeichens Stuhl gezeigt: Wenn ich die Lautkette / ∫tu:I / höre, so stellt sich bei mir unwillkürlich die Vorstellung eines solchen Möbelstücks zum Sitzen, mit Beinen, mit Lehne, für eine Person usw. ein; und umgekehrt, wenn ich solch ein Möbelstück sehe, kann ich nicht umhin, es zu identifizieren als ein durch das Lautbild / ∫tu:I/ bezeichnetes.

=> Artinya, ditunjukkan dengan menggunakan contoh kursi simbol linguistik: Ketika saya mendengar rantai bunyi / ∫tu:I /, saya tanpa sadar membayangkan perabot seperti itu untuk duduk, dengan kaki, dengan sandaran, untuk seseorang, dll. ; dan sebaliknya, ketika saya melihat perabot seperti itu, saya tidak bisa tidak mengidentifikasinya sebagai salah satu yang ditunjukkan oleh gambar suara / ∫tu:I /.

Es besteht eine reziproke Evokation (= gegenseitiges Einander-ins-Gedächtnis-Rufen) zwischen Inhalt und Ausdruck eines Zeichens.

=> Ada kebangkitan timbal balik (= saling memanggil) antara isi dan ekspresi sebuah tanda.

De Saussures Zeichenmodell (das grundlegende Zeichenmodell, das in alle anderen letztlich miteingegangen ist):

=> Model karakter De Saussure (model karakter dasar yang akhirnya masuk ke semua yang lain)

Ein Zeichen besteht aus Ausdruck(ekspreksi) und Inhalt(isi/pesan) gambarnya Ausdruck tulisannya inhalt. Ein Zeichen besteht aus Ausdruck und Inhalt. Die Ausdrucksseite hat beim sprachlichen Zeichen die Form einer Lautkette(rantai bunyi). Kalau dalam bahasa yang menjadi ekspreksi Lautkette. Dalam sprachliche yang menjadi Zeichen atau tanda itu Lautkette 

/ ∫tu:I /= lautkette/Ausdruck 

Gambar kursi = Inhalt







Die folgende Darstellung soll betonen, daíß das de Saussuresche Zeichen rein psychischer Natur ist: »Das sprachliche Zeichen verbindet nicht eine Sache und einen Namen miteinander, sondern eine Vorstellung von einer Sache (concept) und ein Lautbild (image acoustique). «Concept ist nicht der Gegenstand selbst, z.b. ein wirklicher Stuhl, sondern der Begriff (also eine Abstraktion aus sämtlichen wirklichen Stiühlen). Image acoustique ist nicht die wirkliche Lautkette, sondern die psychologische Spur der Lautkette, z.b. die Vorstellung von den Lauten ∫-t-u:-l.

=> Ilustrasi berikut dimaksudkan untuk menekankan bahwa simbol de Saussure adalah murni psikologis alam: Simbol linguistik tidak menghubungkan sesuatu dan nama, tetapi gagasan tentang sesuatu (konsep) dan gambar suara (image acoustique) . “Konsep bukanlah objek itu sendiri, mis. kursi nyata, tetapi konsepnya (yaitu abstraksi dari semua kursi nyata). Akustik gambar bukanlah rangkaian suara yang sebenarnya, tetapi jejak psikologis dari rangkaian suara tersebut, mis. ide suara -t-u: -l.

=> Zeichen bersifat psikis 
Das sprachliche Zeichen verbindet nicht eine Sache und einen Namen miteinander, sondern eine Vorstellung von einer Sache (concept) und ein Lautbild (image acoustique)
=> Tanda bahasa itu tidak mengubungkan benda dengan nama
Gambar kursi : Vorstellung von einer Sache(concept)
/ ∫tu:I / : Lautbild 
Abstraksi dari sejumlah kursi yang nyats, bukan mengkaitkan Sache und Name tetapi mengkaitkan Vorstellung von einer Sache(concept) dan Lautbild. 

De Saussure wählte für die beiden Seiten des signe linguistique schliefßlich die Bezeichnungen signifié und signifiant, was deren engen Zusammenhang auch sprachlich zum Ausdruck bringt
=> De Saussure akhirnya memilih istilah signifié dan signifiant untuk kedua sisi signe linguistique, yang juga mengungkapkan hubungan dekat mereka secara linguistik.

Signifiè = Vorstellung von einer Sache, Concept, inhalt
Signifiant = Ausdruck, Lautbild, Image acoustic


2. Das Zeichenmodell von Ogden und Richards



- Model de Saussures (dua)= zweiseitig -> statisch
- Model Ogden und Richardssche(tiga ditambah Referenz(rujukan))=  dreiseitig -> dynamisch 

Menurut Ogden und Richard makna dari sebuah kata hanya bisa dipahami jika kata itu digunakan oleh orang dan dengan itu dia menunjukkan kepada sesuatu yang dirujuk.

Wörter bedeuten nicht >an sich < etwas, sondern nur, wenn sie von Menschen gebraucht werden.
=> Kata-kata tidak berarti sesuatu, mereka hanya berarti ketika orang menggunakannya.
Sprache ist ein Werkzeug damit einer dem anderen etwas mitteilt über die Dinge 
- Sprache = Werkzeug 
- Sender = einer
- Empfänger  = anderen 
- Gegenstand = Dinge
=> Bahasa adalah alat untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada orang lain tentang sesuatu

3. Das Zeichenmodell von Buhler (Organon-,Modell)



Angenommen, zwei Personen befinden sich in einem Zimmer, und der eine stellt plötzlich fest, daß es draußen regnet. Er außert das >Schallphanomen< (wie Buhler die Lautkette bezeichnet) / es're:gnət /. Dieses ist als Zeichen
(1) Symbol: Es stellt den genannten meteorologischen Sachverhalt dar;
(2) Symptom (Anzeichen, Indicium): Es kann den inneren Zustand des Sprechers ausdrücken (z. B. Unmut, Verargerung); 
(3) Signal: Es wird wohl den Hörer veranlassen, einen Schirm zu holen oder ein Taxi zu bestellen oder dergleichen mehr.

=> Misalkan dua orang berada di sebuah ruangan dan salah satu dari mereka tiba-tiba menyadari bahwa di luar sedang hujan. Dia mengucapkan "fenomena suara" (seperti Buhler menggambarkan rantai bunyi) / es're:gnət /. Ini sebagai tanda
(1) Simbol: Melambangkan fakta meteorologi yang disebutkan;
(2) Gejala: Dapat mengungkapkan keadaan batin pembicara (misalnya dendam, marah);
(3) Sinyal: Ini mungkin akan mendorong pendengar untuk mengambil payung atau memesan taksi atau sejenisnya.

=> Bagi Sender bahasa merupakan Ausdruck(ekpresi) yang memiliki fungsi sebagai Symptom(gejala) 
Die komplexe Darstellung des Zeichens für sich genommen ist noch zu erklären: Der Kreis stellt den materiellen Zeichentrager dar, beim sprachlichen Zeichen das >Schallphänomen<. Das Dreieck bedeutet die Zeichenfunktion, die dieses Schallphänomen hat und die ja bei Bühler dreifach ist (nicht nur einfach, als bloße Referenzfunktion, wie beide Saussure und wie im semiotischen Dreieck). Dreieck und Kreis decken sich nicht: Einerseits greift der Kreis liber das Dreieck hinaus; das bedeutet, daß nicht alles am Schallphanomen mit seiner Zeichenfunktion zu tun hat und daß der Empfänger automatisch dieses Irrelevante unbeachtet läßt und nur das semiotisch (= zeichenmaßig) Relevante an dem ankommenden Schallphänomen verwertet. Dieses Prinzip nennt Bühler die abstraktive Relevanz.

=> Representasi kompleks dari tanda itu sendiri belum dapat dijelaskan: Lingkaran mewakili pembawa tanda material, dalam kasus tanda linguistik "fenomena suara". Segitiga berarti fungsi tanda yang dimiliki fenomena bunyi ini dan yang tiga kali lipat di Bühler (bukan hanya sederhana, sebagai fungsi referensi belaka, seperti Saussure dan sejenisnya dalam segitiga semiotik). Segitiga dan lingkaran tidak bertepatan: Di satu sisi, lingkaran melampaui segitiga; Ini berarti bahwa tidak semua fenomena bunyi berkaitan dengan fungsi simbolisnya dan penerima secara otomatis mengabaikan hal yang tidak relevan ini dan hanya menggunakan apa yang relevan secara semiotik (= secara simbolis) dalam fenomena bunyi yang masuk. Bühler menyebut prinsip ini relevansi abstrak.
Apperzeptive Ergänzung : melengkapi sendiri 
Bahasa itu Defizit

a. Eigenschaften des sprachlichen Zeichens (Sifat atau ciri kebahasan) :
- abstrakter(abstrak) 
- arbiträre (bebas-> orang bebas menamai benda dengan bahasa seperti di bahasa jerman 'Tisch' dan di bahasa indonesia 'Meja') 
- konventionelle 
- konstant(konstan/tidak berubah-ubah/tetap) 
- linier(ada urutannya) dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri, urutan waktunya
Visueles zeichen bisa bersamaan sedangkan bahasa harus berurutan 
Sprachlichen Zeichen ada perjalanan waktu
- unvernänderlikeicht(tidak berubah) 

Gegenargument Willkürlichkeit(semena-mena) 
(melawan Willkürlichkeit-> ada regulasinya(Onomatopöen) 
Onomatopöen : Kikeriki, Wauwau, Murmeln, usw
Tokek, cicak -> dinamai berdasarkan suaranya
Bergetar, berdebar, dll
Ternyata dari satu bahasa ke bahasa lain ada variasinya padanannya dalam bahasa prancis coucou, cocorico, toutou, murmurer, usw
Tetapi juga bisa disebut arbiträr -> bahasa jerman, bahasa prancis, bahasa inggris beda-beda


Die Angehörigen cler Sprachgemeinschaft bzw. meist einzelne soziale Gruppen können im Laufe der Zeit Anderungen in der Sprache bewirken.
=> Anggota komunitas bahasa atau sebagian besar kelompok sosial individu dapat membawa perubahan dalam bahasa dari waktu ke waktu 
=> Bahasa berubah jika ditinjau dalam diakronis(waktu) atau faktor historis.



Sabtu, 11 Desember 2021

3 Funktionieren von Sprache; Sprache und Semiotik

Sprache und Semiotik (Bahasa dan Semiotik) 

Dari pernyataan Jonathan Swift bahwa bahasa adalah tanda (Sprache ist Zeichen) maka penggunaan bahasa untuk menyampaikan pernyataan satu sama lain tentang sesuatu bukan dengan menyampaikannya secara khusus tetapi dengan merujuknya melalui bahasa. 

"aliquid stat pro aliquo -> etwas steht (stellvertretend) für etwas anderes"

=> Sesuatu itu ada bukan untuk dirinya melainkan mewakili untuk sesuatu yang lain 

"jedes Phänomen, das nicht nur als rein phänomenologisch Gegebenes aufzufassen ist, sondern etwas anderes ausdrücken soll, ist ein Zeichen"

=> Zeichen adalah setiap fenomena yang tidak dipahami dari fenomenanya itu sendiri melainkan menyatakan atau mengekspresikan sesuatu yang lain 


a. Konstituierung von Zeichen (konstitusi tanda) 

wie es kommt, daß ein bestimmter visuelles, akustisches oder sonstiges Phänomen zum Zeichen(d.h. zum Ausdruck für etwas anderes) werden kann.

=> bagaimana suatu fenomena visual, akustik atau lainnya dapat menjadi tanda (yaitu ekspresi dari sesuatu yang lain).

Semiotisierung ist ein Vorgang, durch den etwas zu einem Zeichen gemacht wird. 

=> Semiotisasi adalah proses dimana sesuatu dibuat menjadi tanda.


b. Eigenschaften von Zeichen (karakteristik atau sifat tanda) 

Zeichen sifatnya antara lain : 

1. abstrakt (wichtig ist nur noch seine Hinweisfunktion)

=> Tanda itu abstrak, satu-satunya yang penting yaitu fungsi petunjuknya

2. arbiträr

=> Tanda itu arbiter atau sewenang-wenang, suka-suka tetapi harus tetap dipertahankan

3.  konstant

=> Tanda itu konstan atau tetap 

4. konventionell (ada kesepakatan antara para pengguna) 

=> Tanda itu konvesional, yaitu ada kesepakatan antara para pengguna dan tetap dipakai yang akan terus dipatuhi oleh pengguna


c. Symbol vs. Zeichen im engeren Sinne (Simbol vs. tanda dalam arti sempit) 


Pada simbol antara zeichen/tanda dan apa yang dinyatakan masih ada kemiripan 

Symbol zwischen der Form des Zeichens und dem, was es ausdrückt, noch ein gewisser Ahnlichkeitsbezug da ist. Beim Zeichen im engeren Sinne dagegen gibt es keine wesensmäßige Beziehung zwischen der Form und dem, was sie ausdrückt. 

=> Simbol masih ada kesamaan tertentu antara bentuk tanda dan apa yang diungkapkannya. Sedangkan tanda dalam arti sempit, sebaliknya, tidak ada hubungan esensial antara bentuk dan apa yang diekspresikannya.

Die Begriffe >Symbol< und >(vollig willkürliches) Zeichen< sind hier im Sinne de Saussures gebraucht. Die amerikanische Linguistik und Semiotik dagegen bezeichnet - gerade umgekehrt! - mit symbol, >Symbol<, die willkürlichen, konventionellen Zeichen. Für die abbildenden Zeichen gebraucht sie den Ausdruck icon, >Ikon<

=> Istilah "simbol" dan "tanda (sepenuhnya sewenang-wenang)" digunakan di sini dalam pengertian de Saussure. Linguistik dan semiotika Amerika, di sisi lain, menunjukkan - justru sebaliknya! - dengan simbol,> simbol <, tanda-tanda konvensional yang arbitrer. Dia menggunakan ikon ekspresi, "Ikon," untuk tanda-tanda penggambaran

-> Dieropa simbol ada kesamaannya 

willkürlich/arbiträr = Zeichen 

Arbriträr = bebas









3 Funktionieren von Sprache; Sprache und Denken: Die Sapir-Whorf-Hypothese

Sprache und Denken: Die Sapir-Whorf-Hypothese


Sapir und Whorf meneliti bahasa-bahasa indian. Dari bahasa-bahasa Indian yang banyak, yang terkenal adalah bahasa Hopi. Bahasa Hopi terkenal karena bahasa hopi dibandingkan dengan bahasa standarnya rata ratanya eropa. Masyarakat tutur hopi dan masyarakat tutur bahasa standart(SAE). Bahasa hopi mempunyai bahasa yang berbeda dengan bahasa-bahasa standar dari masalah kewaktuan. 

Persoalannya sama-sama waktu tetapi cara memahaminya berbeda dari orang hopi dengan orang eropa. Contoh dalam bahasa jerman sebagai ganti pembagian 3 tempora pada verba, yaitu Präteritum/perfekt, Präsent, dan Futur. Dalam eropa juga terdapat pembagian waktu lampau, sekarang dan masa depat atau yang akan datang. Sedangkan dalam bahasa Hopi ada bentuk bersama gabungan, yaitu bentuknya satu untuk dua hal contohnya lampau dan sekarang menjadi satu. 

"Verschiedene Sprachgemeinschaften erfassen die Wirklichkeit sprachlich in ganz verschiedener Weise."

"Berbagai masyarakat tutur dalam memahami realitas(waktu) dengan cara kebahasaan yang berbeda-beda"

Masyarakat tutur hopi dan masyarakat tutur bahasa standart(SAE). Bahasa selalu menuju kepada Wirklichkeit. 

"Die Tatsache, daß die Sprachen die außersprachliche Wirklichkeit nicht aIle in der gleichen Weise aufteilen, wird als das Prinzip der sprachlichen Relativität bezeichnet. Sie besagt, daß das Individuum nur Umwelt erkennen - und von daher: nur denken - kann in den Kategorien, die die Sprachgemeinschaft, in der es aufwachst, ihm anbietet."

Individu hanya bisa memikirkan atau mengenali lingkungannya ketika bahasa ditempat dia tumbuh menyediakannya atau ada sarananya. Kita hanya memikirkan hal-hal yang bahasa kita memfasilitasinya. Ada bahasa dulu baru berpikir. 

Jadi berpikir dan bahasa lebih dulu bahasa, ada bahasa dulu baru manusia bisa bepikir menggunakan bahasa sebagai media. 


Funktionen von Sprache (Roman Jakobson)

Funktionen von Sprache

Funktionen von Sprache im Sinne des Prager Strukturalismus (Fungsi bahasa dalam pengertian strukturalisme Praha)  


Strukturalismus

Strukturalisme ini diciptakan oleh Ferdinand de Saussure di Gent kemudian dikembangankan di berbagai tempat antara lain di Praha, yaitu strukturalismus aliran Praha. Aliran Praha lebih menekankan pada Funktion der Sprache(Wozu) yaitu bahasa untuk apa. Bahasa adalah alat untuk menyampaikan.

Fungsi bahasa yang sebenarnya dipengaruhi oleh Sprachpsychology(Kahl Bühler) "Organon" Model. Kahl Bühler mengatakan, "Sprache ist ein Werkzeug mit dem einer dem anderen etwas mitteilt über die Dinge".

"Dengan bahasa orang bisa menyampaikan sesuatu ke orang lain tentang benda. Bahasa adalah alat yang dengannya seseorang mengkomunikasikan sesuatu kepada yang lain tentang sesuatu."


Roman Jakobson

Roman Jakobson merupakan salah satu orang dari Aliran Praha. Roman Jakobson mengembangkan pendapat Kahl Bühler. Roman Jakobson menjelaskan bahwa dalam komunikasi terdapat 5 hal yang harus ada, yaitu Sender, Empfänger, Gegenstand, Kontaktmedium, dan Nachricht. Sender menyampaikan ke Empfänger tentang Dinge atau Gegenstand(menyampaikannya pake Sprache) agar Sender sampai ke Empfänger ada Kontaktmedium. Gegenstand dibungkus dalam bentuk Nachricht(pesan).

1. Sender(einer)

2. Empfänger(anderen)

3. Gegenstand(Dinge)

4. Kontaktmedium

5. Nachricht


Roman Jakobson mengungkapkan fungsi bahasa ada 6, berikut merupakan fungsi bahasa oleh Jakobson :

1. Fungsi referensial/referentiele Funktion adalah fungsi yang ditujukan untuk Gegenstand(obyeknya). Contohnya guru mengajar sebuah mata pelajaran

2. Fungsi ekspresif/expressive/emotive Funktion -> untuk Sender

Fungsinya untuk mengekspresikan. Tuturan-tuturannya mengekspresikan sikap sender kepada gegenstand. Contohnya berbicara dengan teman(curhat) yaitu membicarakan tentang dirinya sendiri

3. Konative/appellative Funktion diarahkan kepada Empfänger (mempengaruhi minat pendengar)

Z.b : kommerzielle Werbung(mempengaruhi agar membeli) und Politische propaganda(kampanye)

4. phatische Funktion diarahkan kepada Kontak/medium(Kanal). Contohnya ketika ibu berbicara dengan anaknya dan anaknya masih kecil jadi anaknya tidak mengerti apa yang diucapkan ibunya. Jadi tidak penting si anak itu memahami atau tidak, makna phatische adalah pentingnya menjaga hubungan. Selain itu juga misal hewan berkomunikasi dengan suara-suara. Di dalam phatische Funktion ini isi nya tidak penting. Fungsi bahasa untuk mengecek kontak/memelihara hubungan/menjaga hubungan adalah phatisch

5. metasprachliche Funktion (untuk Code(bahasa)): Bahasa yang digunakan untuk membicarakan bahasa. Contoh ketika orang sejarah membicarakan bahasa : objektsprache

Contoh :

1) Wir haben ein Haus in Sudfrankreich.(objektsprache) ada rumahnya atau objeknya

2) a) >Haus< schreibt man groß. Tidak ada rumahnya hanya tulisannya (metasprachliche)

6. poetische Funktion/ästhetische Funktion. = fungsi bahasa yang diarahkan kepada Nachricht, yang bertujuan agar Nachrichtnya enak didengar.

Salah satu fungsi bahasa yg tidak disebutkan oleh Jakobson diatas adalah apa yang seperti terdapat pada Peter Handke zitate(tanpa kalimat kamu tidak bisa melihat obyek). 

Was ist Sprache? (Apa itu bahasa?)

Was ist Sprache?

Apa itu Bahasa? 


Jonathan Swift

Jonathan Swift bercerita pada dahulu kala terdapat rasionalisasi proyek atau proyek pengurangan yang mana merupakan penghapusan semua kata karna tuntutan kesehatan dan untuk menghemat waktu jadi setiap kata yang kita ucapkan menghasilkan pengecilan. Kata-kata hanya menandai benda. Orang-orang membawa benda-benda yang dibutuhkan untuk membicarakan sesuatu, jadi mereka tidak usah berbicara membawa bendanya saja. Orang-orang terpelajar dan orang orang bijak menjadi anggota proyek tersebut.

Setelah para anggota itu menjadi pengikut proyek itu, ternyata hanya membawa ketidaknyamanan. Tidak nyaman karena harus membawa berbagai macam benda yang akan digunakan untuk bercakap-cakap. Benda tersebut harus dibuntel dan digendong, jika itu terlalu berat tidak bisa membawa jadi dibantu pelayan. Saat mereka berpapasan mereka menurunkan benda kemudian menunjukkan benda mereka dan mereka bercakap-cakap menggunakan benda tersebut lalu mereka mengepak benda-bendanya.

Cerita yang anda baca di atas merupakan cerita satire. Jonathan Swift ingin mengungkapkan bahwa bahasa adalah tanda atau penanda. Bahasa hanya sekedar tanda secara fundamental, jadi hakikat bahasa sebagai lambang atau tanda. 

Dimana sebenarnya letak hakekat bahasa Hakekat bahasa itu apa? Fungsi hakiki bahasa bisa menjadi keliatan dari cerita tadi(secara e contrario(kontradiksi)) 

Informasi-informasi hanya bisa ditujukan pada obyek-obyek yang pada saat itu ketika peristiwa komunikasi itu terjadi. Tuturan itu hanya bisa dilakukan untuk benda yang saat itu ada dan bisa dijangkau. Orang tidak bisa bicara tentang benda-benda yang secara teknis tidak bisa dijangkau. Misalkan : orang ingin berbicara tentang es tetapi saat itu sedang musim panas maka mereka tidak dapat membicarakan es karena tidak ada es disana. 

Orang akan mengatakan atau menceritakan peristiwa masa lalu tapi tidak ada yg bisa mendemonstrasikannya. Orang tidak bisa menceritakan yang orang dengar baca, orang harapkan, orang rencakan, dan lain kain. 

Cakrawala atau horizon dari objek-objek yg dirujuk oleh manusia atau yang dipakai oleh manusia dalam tuturan bahasanya itu tanpa batas. Bahasa digunakan untuk menandai benda bahkan benda yang tidak ada wujudnya. Dalam tuturan kebahasaan orang hanya mengganti benda yang dimaksud dengan kata kata yang sesuai. 

Dari Jonathan Swift kita mendapatkan jawaban dari cerita diatas yang tentang benda-benda tersebut bahwa bahasa adalah tanda


Hayakawa

Hayakawa menceritakan ada seorang pria bernama Mr. Smith. Mr. Smith menyalakan berita sampai dia tertidur karena membaca Roman atau majalah. Jika diibaratkan dengan masa sekarang atau zaman modern itu sama dengan orang-orang lain yang hidup di peradaban modern. Dari orang bangun sampai tertidur itu dibanjiri dengan kata-kata atau bahasa. Semua dibanjiri dengan kata kata dan tidak hanya membanjiri tetapi orang juga ikut berkontribusi. Jadi kita tidak hanya dibanjiri oleh kata-kata tetapi kita juga ikut menyumbang kata-kata. 

Mr. Smith tidak memikirkan itu tetapi nyatanya Mr. Smith sangat dipengaruhi oleh kata kata. Kata-kata yang dia baca, dengar dan dia ucapkan. Kita dipengaruhi oleh kata kata. Kata-kata yang disampaikan dibelakang punggungnya dan kemudian sampe ke telinganya, membuat dia sakit karna jengkel.

Contohnya pada saat menikah atau ijab qobul dalam Islam itu hanya kata-kata saja tetapi mempunyai implikasi yang luar biasa. 


Handke 

Di dalam drama yang dilakoninya yaitu Drama Kaspar. Handke ingin menunjukkan bahwa jjka kamu mempunyai kalimat maka dengan kalimat itu kamu bisa diperhatikan. Dengan kalimat dengan kegelapanpun kamu bisa memancing perhatian. Dengan kalimat itu orang tidak memperlakukanmu seperti binatang. Dengan kalimat kamu bisa mengatakan pada dirimu sendiri segalanya yang ingin kamu katakan dan ingin kamu dengar tetapi tidak ingin didengar oleh orang lain. Kamu punya kalimat yang kamu sendiri bisa membantah kalimat itu. Jadi dengan kalimat semua orang bisa mengungangkapkan apa saja. Dialog-dialog dalam drama tersebut berisi monolog atau berbicara sendiri. 


Jadi, dapat disimpulkan bahwa arti bahasa bukan menurut linguistik itu ada 3, yaitu : 

1. Bahasa adalah tanda. Sprache und dinge. Sprache ist Zeichen (Jonathan Swift) 

2. Bahasa adalah kaitan antara pembicaraan dan perilaku. Bahasa kaitannya dengan perilaku. Bahasa mempengaruhi kita dan mempengaruhi perilaku kita. Sprache und Handeln. (Hayakawa) 

3. Sprachen und Denken oder Sprache und Kognition. Ketika kita berbicara sendiri kita sedang berpikir. (Handke)